Samsung Mulai Kurangi Jualan Ponsel

ilustrasiSejumlah lembaga riset mengatakan penjualan smartphone akan terus tumbuh tahun depan. Kendati demikian, Samsung malah berniat mengurangi pengapalan perangkat ponsel pintarnya.

Rencana tersebut diketahui dari surat yang dikirimkan Samsung ke retailer lokal di Korea Selatan. Dalam surat itu disebutkan mereka akan mengurangi 12% pasokan smartphone dari tahun ini.

Samsung sendiri belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai alasan dikeluarkannya kebijakan tersebut. Tapi sejumlah pihak berpendapat apa yang dilakukan Samsung ini karena melihat pasar di seluruh dunia yang semakin jenuh.

Vendor yang menguasai seperempat pasar ponsel dunia ini berencana memproduksi hanya 420 juta hingga 430 juta unit smartphone sepanjang 12 bulan mendatang. Selain itu, mereka akan lebih fokus pada produksi ponsel yang terjangkau untuk negara berkembang.

Langkah tersebut dirasa cukup masuk akal. Pasalnya pasar menengah ke bawah masih tergolong legit. Pemain baru seperti Xiaomi pun mengalami kesuksesan besar karena mengarap pasar tersebut.

Meski strategi berubah, Samsung tidak lantas berhenti membuat ponsel premium. Pada awal tahun nanti, mereka telah siap merilis ponsel flagship anyarnya, Galaxy S7.

“Walaupun terjadi penyesuaian konsentrasi produktivitas dan pasar, prospek penjualan untuk Galaxy S7 tetap tinggi. Hal tersebut akan membantu Samsung mempertahankan pangsa pasar global tahun depan,” kata salah satu pejabat Samsung seperti detikINET kutip Android Authority, Rabu (23/12/2015).

Seperti diketahui, Samsung saat ini masih menjadi raja di pasar ponsel dunia. Kesuksesan iPhone 6S dan iPhone 6S Plus belum mampu mengeser tahtanya yang selama beberapa tahun ini diduduki.

Menurut Digitime Research, raksasa elektronik asal Korea Selatan itu menguasai 25,6% pengapalan sepanjang kuartal ketiga 2015. Sementara Apple hanya mampu meraup pangsa pasar 14,5% saja.

Sementara di posisi ketiga dan keempat diisi Huawei dan Lenovo dengan perolehan 7,4% dan 4,8%. LG berada di posisi kelima dengan perolehan 4,5%.

Selanjutnya secara berurut terdapat Xiaomi 3,8%, BBK 3,5%, TCL 3.3%, Oppo 3.2%, ZTE 2.5%, Sony 2.0%, Microsoft Mobile 1.7%, Meizu 1.7%, Coolpad 1.5% and Asustek 1.4%.

Balas komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk menambah komentar.