Penjualan iPhone Lesu, Saham Apple Lemas

New models of the iPhone 6s are seen displayed during an Apple media event in San Francisco, California on September 9, 2015. Apple unveiled its iPad Pro, saying the large-screen tablet has the power and capabilities to replace a laptop computer.    AFP PHOTO/JOSH EDELSON        (Photo credit should read Josh Edelson/AFP/Getty Images)

Saham Apple turun ke bawah USD 100 per lembar pada perdagangan Rabu di pasar saham Amerika Serikat (AS), untuk pertama kalinya dalam 5 bulan terakhir. Ini dipicu oleh melambatnya proses pengapalan untuk iPhone 6S dan 6S Plus, atau berarti ada perlambatan penjualan.

Kemarin, saham Apple menyentuh titik terendah di USD 99,87 per lembar, tingkat terendahnya sejak 24 Agustus 2015. Saat itu, saham Apple menyentuh USD 92 per lembar.

Dilansir dari Reuters, Kamis (7/1/2016), pada penutupan perdagangan Rabu, saham Apple turun 2% dan berada di posisi USD 100,7 per lembar. Turunnya saham Apple dipicu oleh prediksi sejumlah analis, yang memperkirakan penjualan iPhone, yang menjadi andalan Apple, akan turun tahun ini.

Penjualan iPhone selama ini menjadi penyumbang terbesar untuk pendapatan dan laba Apple. Laporan perlambatan penjualan iPhone telah menekan saham Apple turun 20% dalam 6 bulan terakhir.

Kondisi perlambatan ini telah mempengaruhi pemasok produk Apple di Asia. Contoh saja Foxconn, yang berencana memangkas jam kerja para pegawainya. Foxconn merupakan perakit iPhone dengan ratusan ribu pegawai. Biasanya, perusahaan ini menawarkan insentif lembur hingga 3 kali lipat menjelang Tahun Baru China.

Balas komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk menambah komentar.