Ironi ‘Evita Peron’ di Yahoo

< data-recalc-dims= at Metropolitan Museum of Art on May 4, 2015 in New York City." />

Ada masanya seorang Marissa Mayer dibanggakan sebagai penyelamat Yahoo. Namun di lain hari, sebagian orang kecewa dengan CEO cantik itu dan bahkan menyamakannya dengan sosok Evita Peron.

Ekspektasi terhadap Mayer memang tinggi. Pertama kali bergabung di Yahoo, ia begitu dipuja dan diyakini membawa perubahan besar. Wajahnya menghiasi markas besar Yahoo dengan gaya poster kampanye ‘Hope’ Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang ikonik.

Namun belakangan, dukungan terhadap wanita yang baru dikaruniai anak kembar ini, seperti dilansir New York Times, Rabu (13/1/2015) perlahan memudar, bahkan di internal Yahoo sendiri.

Kabar yang beredar menyebutkan, beberapa karyawan menyebut Mayer sebagai Evita. Julukan ini merujuk pada Evita Peron atau Eva Peron, istri kedua mantan Presiden Argentina Juan Peron.

Semasa hidupnya, Evita adalah perempuan paling berkuasa di negerinya. Banyak sejarawan mengatakan dia adalah orang paling berpengaruh dalam sejarah bangsanya dan di seluruh Amerika Selatan. Saat kematiannya pun Evita Peron disebut sebagai perempuan paling berpengaruh di seluruh dunia.

Tentu tidak salah menyamakannya dengan Evita yang cemerlang dan berkuasa. Sayangnya julukan ini bukan bermakna baik, melainkan lebih menganggap Mayer haus pamor dengan kekuasaannya.

Mayer dikritik dengan berbagai kebijakannya yang tidak populer, antara lain melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga lebih dari 1.000 karyawan. Banyak yang menilai Yahoo pada akhirnya tak lebih baik di tangan Mayer.

Mengutip survei kepegawaian Glasdoor, New York Times melaporkan kepercayaan karyawan terhadap Mayer turun drastis. Hanya 34% karyawan yang masih percaya akan ada keajaiban yang mengubah keadaan Yahoo menjadi lebih baik.

Malangnya, Mayer kehilangan dukungan internal maupun eksternal. Ini menjadikan tekanan terhadap Mayer semakin berat. Pekan lalu, aktivis investor Starboard mengirimkan surat kepada dewan direksi Yahoo, mendesak adanya perubahan manajemen.

Desember lalu, Manager Pendanaan SpringOwl Eric Jackson bahkan membeberkan presentasi menohok sepanjang 99 halaman kepada Dewan Direksi Yahoo, menegaskan bahwa perusahaan internet itu harus segera memecat Marissa Mayer dan merombak total manajemen.

Balas komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk menambah komentar.