Intel dan Microsoft Kompakan Dukung MateBook

b5b5b1e9-60c2-44cd-a48a-4ecf92d6f61c_169

Untuk menghadirkan produk fenomenal seperti MateBook memang tak bisa sendirian. Huawei pun tak ragu mengambil langkah menggandeng para raksasa seperti Intel dan Microsoft.

Huawei memang tak bisa sendirian membangun MateBook. Untung saja, seri yang memiliki daya tahan baterai lebih lama ketimbang Surface Pro 4 dan Lenovo MIIX 4 ini menggunakan Windows 10.

Tentu saja ada Microsoft di balik ini. Bagi Microsoft jelas ini berarti Windows 10 hadir di lebih banyak perangkat yang beragam dan lebih bertenaga. Chris Cocks, VP OEM Technical Sales Micosoft dalam sambutannya, menyatakan dukungan penuhnya terhadap perangkat laptop tablet.

“Ada 200 juta pengguna Windows yang aktif setiap hari,” katanya dalam beberapa menit saat hadir di panggung Montjuic Exhibition Center. Mereka di antaranya pasti menginginkan perangkat yang sleek dan memiliki fitur yang lebih hebat.

“Kehadiran finger print sensor di MateBook harus kita rayakan sebagai lahirnya perangkat yang luar biasa,” ujarnya. Microsoft mengangsurkan paket Windows 10 versi Home dan Professional untuk MateBook.

Kirk B. Skaugen, Senior VP Intel Corporation yang juga GM Client Computing Group, bahkan tidak tanggung-tanggung memilih chipset 6th generation-nya. Menurutnya, perangkat 2 in 1 notebook harus memiliki performa tinggi dan daya tahan baterai yang lama.

Kehadiran prosesor Intel Core M yaitu Core M3, Core M5 dan Core M7 adalah rencana yang disiapkan untuk mendukung perangkat mobile seperti MateBook. Prosesor ini memadukan keseimbangan antara performa dan konsumsi baterai. Ketiga prosesor menggunakan dua core dengan clock speed mencapai 3,1 GHz.

93e15793-bfb1-42cd-a683-3945499b2cc0_43

Skaugen mengatakan prosesor ini 2,8 kali lebih cepat untuk melakukan browsing dan produktivitas lain berkaitan dengan internet. Posturnya ditekan agar lebih tipis dan ringan, hingga mencapai setengah kali. Tak lupa, daya tahan baterai pun bisa di-push sampai tiga kali lebih lama.

“MateBook siap bekerja seharian penuh selama 10 jam,” kata Richard Yu, CEO Huawei Consumer Business Group saat ditemui usai acara di Barcelona.

Sebagai tablet yang akan memanjakan seorang pelukis digital, desainer atau kaum profesional lain yang bekerja dengan dunia gambar atau corat-coret, kolaborasi dengan perusahaan software seperti Autodesk jadi kian penting. Mengapa?

Autodesk merupakan tempat bagi berkumpulnya desainer, termasuk karya 3D, sehingga pemakaian MateBook akan terasa optimal dengan memakai MatePen, stylus pen yang dijual secara terpisah itu.

Andy Mott, Senior Manager Digital Arts merasa MateBook sebagai sebuah terobosan. Agar media melihat fakta penggunaannya, Renne Busse, Community Manager SketchBook mendemokan penggunaan MatePen di atas layar MateBook.

0cb7bc45-562c-4dbf-b09b-19dbd1bc6869_43

Hasil coretan Busse berupa sebuah lukisan digital seperti berada di atas kanvas. Busse yang bertemu awak media terlihat sangat nyaman melukis. MatePen baginya ibarat kuas lukis saja.

Dolby Lab, meski tak menghadirkan wakilnya di launching kali ini, harus diakui ikut memberi kontribusi. Tentu saja lewat audio engine sehingga dua speaker stereo yang terletak di sisi bagian atas bisa ‘menggempur’ telinga Anda yang suka bekerja sembari mendengar musik.

Ini baru para pendukung pemula. Dengan spesifikasi tinggi, berorientasi pada pengguna, dan performa unggul, bukan tidak mungkin produk ini akan menggairahkan kembali para developer aplikasi khususnya Windows 10 untuk bangkit.

Maklum, dibandingkan developer Android, pengembang aplikasi Windows boleh dibilang kurang masif. Aplikasi yang dibuat untuk platform Windows tak sebanyak di Android. Nah, MateBook seharusnya bisa menawarkan tempat baru bagi para developer Windows melahirkan aplikasi produktif.

Balas komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk menambah komentar.