Dijual Mahal dan Laris, iPhone Bikin Apple Kaya

1555324Capture333780x390Apple meraup profit 11,1 miliar dollar AS atau setara Rp 149 triliun pada kuartal teranyar 2015. Lebih dari setengah angka tersebut diperoleh dari penjualan iPhone.

Tak berhenti sampai di situ, kabar baik dari bisnis Apple masih dilanjutkan oleh laporan terbaru dari Canaccord Genuity, sebagaimana dihimpun dari PhoneArena, Rabu (18/11/2015).

Laporan itu menyebutkan, iPhone menguasai 94 persen dari total profit penjualan smartphone global. Tahun sebelumnya, dominasi profit iPhone dilansir 85 persen.

“Fiskal 2015 adalah tahun paling sukses Apple sepanjang sejarah,” kata CEO Apple Tim Cook menanggapi laporan per kuartalnya.

Hal ini tak lepas dari margin tinggi dan peningkatan harga iPhone yang rata-rata naik dari 620 dollar AS (Rp 8,5 jutaan) pada tahun 2014, menjadi 670 dollar AS (Rp 9,2 jutaan) hingga kuartal ketiga 2015 ini.

Harga iPhone memang dipatok Apple untuk menghasilkan margin yang sangat tinggi. Sebagai contoh, iPhone 6S Plus yang dibanderol 749 dollar AS, ongkos produksinya hanya 236 dollar AS. Keuntungan Apple untuk itu nyaris tiga kali lipat.

Dengan harga produk yang semakin mahal, iPhone tak perlu masuk pada keramaian para vendor menggenjot penjualan gila-gilaan. Misalnya seperti yang dilakukan Samsung.

Pabrikan Korea Selatan tersebut mencatat penjualan yang meningkat signifikan pada kuartal teranyar tahun ini, dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, strategi Samsung untuk mendongkrak penjualan adalah dengan menurunkan harga produknya.

Dengan begitu, Samsung tetap tak mendapat profit sesuai yang diharapkan. Diketahui, Samsung meraup keuntungan bisnis smartphone 11 persen dari total profit global.

Angka itu jauh menurun jika dibandingkan dengan profit Samsung pada masa gemilangnya, 2013 silam. Kala itu, Samsung menyumbang 42 persen dari total profit smartphone global.

Balas komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk menambah komentar.