Didesak Buka Server, BlackBerry Angkat Kaki dari Pakistan

1432011photo-4-780x390BlackBerry memutuskan untuk hengkang dari Pakistan. Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas permintaan pemerintah yang ingin memonitor langsung isi server BlackBerry di negara tersebut.

“Setelah 30 November, BlackBerry tidak akan lagi beroperasi di Pakistan. Meski kami menyesal meninggalkan pasar penting dan konsumen berharga kami di sana, tetap tinggal di Pakistan berarti mengorbankan komitmen kami untuk melindungi privacy pengguna,” ujar BlackBerry, sebagaimana dirangkum dari CrackBerry, Selasa (1/12/2015).

Pada bulan Juli lalu, Pakistan Telecommunications Authority (PTA) telah memerintahkan kepada operator seluler di negara tersebut untuk menghentikan pengoperasian seluruh server BES di akhir tahun. Keputusan penghentian tersebut diambil “untuk alasan keamanan”.

Tidak dijelaskan “alasan keamanan” yang dimaksudkan oleh PTA. Akan tetapi, masih menurut Blackberry, pemerintah sebenarnya telah meminta kemampuan untuk memonitor semua lalu lintas BES di negara tersebut, termasuk e-mail dan pesan BBM dari BES.

“Tetapi BlackBerry tidak akan mematuhi permintaan seperti itu. Sama seperti pernyataan yang telah diutarakan berkali-kali, kami tidak mendukung “pintu belakang” membuka akses ke informasi konsumen kami dan tidak pernah melakukannya di seluruh dunia,” tutur BlackBerry.

Menariknya, meski hanya diminta untuk membuka hak akses ke server BES, BlackBerry juga memutuskan untuk menghentikan semua bisnis di negara tersebut, termasuk server konsumer BIS.

Tidak jelas apakah keputusan untuk hengkang berlaku juga untuk penjualan produk. Namun, jika BIS sudah dihentikan di negara tersebut, secara otomatis pengguna sudah tidak bisa menggunakan berbagai fitur penting dari perangkat BlackBerry, seperti e-mail dan BBM. Tampaknya, penjualan perangkat juga akan dihentikan.

“Meskipun permintaan pemerintah Pakistan hanya kepada server BES, kami memutuskan untuk meninggalkan pasar secara keseluruhan. Karena permintaan akses terbuka untuk memantau komunikasi konsumen, membuat kami tidak punya pilihan lain untuk meninggalkan negara tersebut secara keseluruhan,” pungkas BlackBerry.

Tidak diketahui berapa jumlah konsumen BlackBerry di Pakistas. Hingga saat ini, pemerintah Pakistan masih belum angkat bicara.

Balas komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk menambah komentar.