BlackBerry Ingin Masuk ke Mobil Pintar

LOS ANGELES, CA - NOVEMBER 16:  Thorsten Heins, chief executive officer of Research in Motion, takes a picture with a mobile device during the Los Angeles Lakers and Phoenix Suns NBA basketball game at Staples Center on November 16, 2012 in Los Angeles, California. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and or using this photograph, User is consenting to the terms and conditions of the Getty Images License Agreement.  (Photo by Kevork Djansezian/Getty Images)

Jatuh bangun mengembalikan kejayaan BlackBerry, sang CEO John Chen mengaku senang melihat perkembangan perusahaan yang dipimpinnya akhir-akhir ini. Dia bahkan antusias memperluas software-nya ke mobil pintar.

Hal ini terungkap dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg. Chen mengatakan akan mempertimbangkan untuk bermitra dengan perusahaan yang sudah membuat mobil otomatis seperti Tesla, Google dan kemungkinan Apple.

“Tentu saja! Saya akan sangat senang melakukannya,” kata Chen seperti dilansir Bloomberg, Selasa (22/12/2015).

Dikatakannya, BlackBerry sudah menjalin sejumlah kerjasama sebelumnya, antara lain dengan Google di beberapa bidang. Maka dia sangat bersemangat untuk memperluas kemitraan tersebut.

“Teknologi QNX, platform software kami, sebenarnya bekerja dengan strategi mobil Apple, begitu juga Google. Dan saya ingin pula bekerja dengan Tesla,” ujarnya.

Chen menambahkan, tidak banyak yang tahu jika BlackBerry sebenarnya sudah menjadi pemain yang cukup diperhitungkan di industri otomotif. Ini juga alasan yang memperkuat perusahaan asal Kanada tersebut untuk memperluas cakupannya di bidang ini.

“Kami sangat terlibat di banyak mobil di industri ini, banyak vendor mobil, software kami ada di 60 juta mobil. Jadi wajar jika kami ingin melangkah ke generasi mobil otomatis berikutnya,” sebutnya mantap.

Balas komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk menambah komentar.