Amazon Ingin Permudah Implementasi “Internet of Things”

0914554rere780x390Lima tahun dari sekarang dunia bakal memasuki era Internet of Things (IoT). Setidaknya itu yang diprediksi oleh para pakar teknologi.

Di era itu, semua benda akan saling terhubung. Manusia berperan sebagai subjek yang mengontrol benda-benda di sekelilingnya lewat aplikasi internet.

Untuk mengimplementasikan konsep itu, dibutuhkan integrasi yang mumpuni antara layanan internet, penyimpanan data dan objek fisik (mobil, sensor, lampu, perabot rumah tangga).

Pada Kamis (8/10/2015), Amazon Web Services (AWS) meluncurkan fitur teranyar bertajuk “AWS IoT” untuk mempermudah integrasi tersebut.

“AWS IoT memungkinkan keseluruhan ekosistem vendor, penyedia internet dan pengembang aplikasi untuk terkoneksi dengan cloud sehingga pengembangan produk dan analisis data bisa lebih mudah,” kata CTO Amazon Werner Vogels pada rangkaian konferensi “Re:Invent 2015”, Las Vegas, AS yang dihadiri jurnalis KompasTekno, Fatimah Kartini.

Koneksi antar miliaran perangkat dengan triliunan arus pesan, kata Vogels, mampu diakomodir oleh AWS IoT.

Dengan begitu, vendor cukup mengatur interaksi seperti apa yang hendak dibangun antara satu perangkat dengan perangkat lainnya, serta antara perangkat dengan aplikasi yang dijalankan manusia.

Untuk mempermudah analisis data perangkat, AWS IoT punya fitur yang disebut “Shadow”. Fitur tersebut mampu merekam kondisi perangkat agar aplikasi yang menjalankannya bisa menghimpun data untuk analisa lebih lanjut.

Saat perangkat offline, Shadow tetap bisa bekerja. Saat ini, AWS IoT masih dalam bentuk beta. Versi finalnya akan tersedia beberapa minggu mendatang.

Balas komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk menambah komentar.