Apple Untung Rp 2,7 Juta dari Satu Unit iPad Pro

SAN FRANCISCO, CA - SEPTEMBER 9: Apple Senior Vice President of Worldwide Marketing Phil Schiller speaks on the new iPad Pro during a Special Event at Bill Graham Civic Auditorium September 9, 2015 in San Francisco, California. Apple Inc. is expected to unveil latest iterations of its smart phone, forecasted to be the 6S and 6S Plus. The tech giant is also rumored to be planning to announce an update to its Apple TV set-top box. (Photo by Stephen Lam/ Getty Images)

Sebelum iPad Pro dirilis, para analis memprediksikan bahwa tablet raksasa itu akan laku sebanyak 5 juta unit di kuartal pertamanya. Namun sekarang para analis menurunkan prediksinya itu menjadi 3 juta unit, namun bukan berarti keuntungan Apple menyusut.

Hal ini karena para analis memprediksikan dari tiap iPad Pro yang laku terjual, Apple akan mendapat keuntungan USD 200 atau sekitar Rp 2,7 juta (USD 1 = Rp 13.600). Data ini didapat dari para analis di RBC Capital Markets.

Jadi, jika Apple berhasil menjual 3 juta unit iPad Pro, keuntungan yang bisa diraup adalah USD 600 juta dari total pendapatan sebesar USD 2,4 miliar, dikutip dari Ubergizmo, Rabu (25/11/2015).

Jika diasumsikan harga iPad Pro adalah USD 799 — varian termurah 32 GB WiFi only, keuntungan yang didapat Apple mencapai 25%. Namun perlu diingat juga, harga iPad Pro bervariasi dari USD 799 sampai yang termahal USD 1.079.

Jika prediksi para analis ini benar, tentu ini keuntungan yang sangat besar, terutama untuk sebuah produk baru. Ditambah lagi dengan tren penurunan penjualan perangkat tablet yang saat ini tengah terjadi.

Soal penurunan penjualan perangkat tablet ini, CEO Intel Brian Krzanich punya pendapatnya sendiri. Menurutnya, peran tablet dalam waktu dekat akan tergantikan oleh laptop konvertibel.

Krzanich mengungkapkan, penggunaan tablet akan menurun seiring dengan meningkatnya perbedaan performa antara tablet dan laptop konvertibel. “Tak ada lagi alasan bagimu untuk mempunyai perangkat tablet. Bisnis tablet tak menjadi bisnis yang berkembang, karena bisnis ini terus menurun,” tegasnya.

Balas komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk menambah komentar.